Tampilkan postingan dengan label BOOK 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOOK 1. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 26, 2009

VISI DAN MISI

VISI
Visi adalah menghasilkan tamatan yang memiliki karakter, kecakapan dan ketrampilan yang kuat untuk digunakan dalam mengadakan hubungan timbal balik dilingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja.
MENCETAK KADER BANGSA YANG BERTAQWA, BERAKHLAQ, CERDAS, INOVATIF, TERAMPIL DAN ISLAMI
Indikator Visi
1. Unggul dalam pemahaman, pengalaman dan penghayatan ajaran Islam
2. Unggul dalam berakhlaq mulia terhadap guru, sesama teman dan masyarakat
3. Unggul dalam disiplin tata tertib sekolah
4. Unggul dalam prestasi akademik
5. Unggul dalam aktivitas keagamaan
6. Unggul dalam moralitas keagamaan
7. Unggul dalam pola pikir realistis, logis dan berorientasi ke masa depan8. Unggul dalam percaya diri, wira usaha ,trampil dan jiwa kompetitif
9. Unggul dalam kreativitas seni
10.Unggul dalam bidang olah raga

MISI
Misi adalah muatan atau tanggung jawab yang hadir karena keberadaan kita di tengah masyarakat. Madrasah Aliyah Al-Mujadaddiyyah dalam penyelenggaraan pendidikan menpunyai misi diantaranya sebagai berikut :
1. Mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam.
2. Mendidik siswa agar memiliki akhlaq mulia, imtaq yang mantap, Iptek yang luas dan pendekatan siswa aktif, kreatif, efektif dan menarik (PAKEM).
3. Meningkatkn kualitas akademik
4. Mengembangkan penelitian unatuk mendapatkan gagasan baru yang berorientasi ke masa depan.
5. Mengembangkan kreatifitas siswa dalam kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
6. Penguasan live skil yang dapat menumbuhkan jiwa wira usaha yang terampil dan kompetitif

ditulis oleh Madrasah Aliyah ( Al - Mujaddadiyyah ) pada 11:57ya!!!

KEGIATAN SEKOLAH

Madrasah Aliyah Al-Mujadaddiyyah adalah sebuah lembaga pendidikan tingkat SLTA yang berbagraound pesantren. Selain belajar pendidikan sekolah juga pelajaran mengenai pendidikan agama Islam juga tidak kalah penting. Di madrasah tersebut juga terdapat beberapa macam kegiatan di luar jam pelajaran (Ekstra kulikuler).
Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan mencetak siswa-siswi yang terampil dan mampu mengembangkan bakat yang dimiliki apabila nanti sudah keluar dari MA, dan siap apabila terjun ke dunia kerja. Kegiatan ekstra yang telah berjalan pada saat ini diantaranya adalah ;

Qosidah rebanaQosidah rebana adalah sebuah kegiatan ekstra yang diadakan dengan tujuan mengembangkan seni daerah khususnya seni yang bernuansa Islami.

PramukaKegiatan pramuka di MA Al-Mujadaddiyyah berlangsung satu minggu sekali. Dengan adanya kegiatan ini para siswa dilatih untuk menanamkan kedisiplinan serta tanggung jawab terhadap social dan sesuatu hal ada disekitar seperti Madrasah.

PMR (Palang Merah Remaja)Kegiatan ekstra PMR diadakan dengan tujuan menerapkan kehidupan pancasila dan memupuk jiwa social, menanamkan kebiasaan sesuai dengan norma kesehatan, kebersihan, dan keindahan serta menanamkan rasa tanggung jawab terhadap social.

Group BandSekolah yang berkembang tidak lepas dari kegiatan ekstra yang berjalan lancar, seperti adanya group band. Seni ini sudah tidak asing lagi di masyarakat. Yaitu sebuah seni yang berbentuk irama yang banyak digemari oleh masyarakat dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Seru kan…….?

Olah raga Badminton, Futsal dan voly Suatu kegiatan olah raga yang banyak digemari oleh siswa dan siswi adalah olah raga Badminton, Futsal dan voly . Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan bakat olah raga yang dimiliki siswa-siswi, karena mata pelajaran olah raga hanya terdapat satu kali dalam satu minggu yaitu 2 jam pelajaran untuk mata pelajaran olah raga. Bagi yang suka Badminton, Futsal dan voly ikut yuk………..

ditulis oleh Madrasah Aliyah ( Al - Mujaddadiyyah ) pada 12:21

KURIKULUM SEKOLAH

Salah satu yang menonjol dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah pergantian kurikulum yang relatif cepat. Dalam satu dasawarsa terakhir saja, misalnya, kita mengenal Kurikulum 1994, disusul kemudiaan Kurikulum 2004 yang popular sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada tahun 2006 sekarang ini segera terjadi pergantian kurikulum yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Hal ini menandakan bahwa sistem pendidikan kita sedang mencari bentuk. Grand design pendidikan yang baku dan bersifat strategis belum tercipta.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang digagas pemerintah dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 dan Peraturan Menteri no 22, 23 dan 24 tahun 2006, pada prinsipnya menempatkan lembaga sekolah atau satuan pendidikan pada posisi yang memiliki tingkat otonomi yang cukup tinggi. Artinya, satuan pendidikan mendapat dan/atau diberi kebebasan untuk merancangbangun kurikulum sendiri yang dinilai lebih relevan dan mendasar disampaikan kepada peserta didik dalam rangka menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang cerdas, kreatif, dan bermoral.Pemberian otonomi atau kebebasan yang luas kepada sekolah untuk merancang kurikulum sendiri sesungguhnya merupakan tantangan tersendiri setiap satuan pendidikan. Apakah masing-masing satuan pendidikan mampu merancangbangun kurikulum sendiri secara lebih baik dan dapat diterapkan dengan baik berikut dapat membuat suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan serta menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas, kelak akan terlihat hasilnya setelah beberapa tahun diimplementasikan.Bagi MAS MUDDA, KTSP menjadi momentum penting dalam rangka memicu diri serta berbuat lebih kreatif dengan sesegera mungkin menyiapkan diri men-design kurikulum sendiri sebaik mungkin yang benar-benar dapat menjadi instrumen utama pembelajaran yang bermutu.Diharapkan apa yang dilakukan dan diawali oleh MAS MUDDA ini dapat menjadi semacam contoh bagi sekolah-sekolah lainnya untuk melakukan hal yang sama dalam rangka memperkuat otonomi pendidikan yang inheren dalam paket otonomi daerah.Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran:1. Agama dan Akhlak Mulia;2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;4. Estetika;5. Jasmani, Olah Raga, dan KesehatanBaik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah, mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini.
ditulis oleh Madrasah Aliyah ( Al - Mujaddadiyyah ) pada 12:31

DAFTAR GURU MADRASAH ALIYAH

1. MUHAMAD NASIR, S.Pd.
2. MUHAMMAD NAWAWI Izz, S.Ag
3. NURYANTO, BA4. MARIA LUAILIA, A.Ma.
5. K. HADI MUNDZIR
6. IDA DWI DARIANTI, Dra
7. Dra. HANIM YANI
8. IRFAN FAJRI, S.Pd
9. INDAH SULISTIYOWATI, S.Pd
10.LILYN MARDIANA, SH.
11.YEKTI KRISTYANINGSIH, S.Pd
12. ARI PRASETYOWATI, S. Pd.
13. IMAM MUSTAQIM
14. TOTOK YULIANTO
15. HABIBUR ROHMAN

ditulis oleh Madrasah Aliyah ( Al - Mujaddadiyyah ) pada 12:38

ILMU BAGI KEHIDUPAN

Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama.

Demikian juga bila mendalami ilmu ma'rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma'rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla.

Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum'ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.

ditulis oleh Madrasah Aliyah ( Al - Mujaddadiyyah ) pada 13